Om Swastyastu, Sebelum kami menguraikan tentang dosa dan bhakti trerhadap catur guru terlebih dahulu ada beberapa mantram dalam...
Ribuan orang berkumpul. Mereka berasal dari segala lapisan. Dari kalangan rakyat biasa sampai kalangan pejabat berbaur menjadi...
Om Swastyastu… Mengawali tahun 2010, umat Hindu, khususnya di Sulawesi Selatan, memperoleh kesempatan untuk mengisi Mimbar Agama di...
Puja dan puji angayu bagia kehadapan Hyang Widi Wasa/Tuhan yang Maha Esa atas waranugrahaNYAkita dapat bersama –...
Secara umum orang mengartikan kata karma dengan demikian seram. Saking seramnya, sering muncul nasehat untuk tidak melakukan...
Dalam rangka konsolidasi organisasi, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Sulawesi Selatan melakukan lokasabha (musda) untuk pengurus Kabupaten Luwu Utara dan Kota Makassar. Hal ini dilakukan mengingat kepengurusan kedua daerah tersebut sudah memasuki akhir masa bakti.
Setelah dilakukan lokasabha, kepengurusan Peradah Indonesia Kab. Luwu Utara (Lutra) dinakhodai oleh Putu Subrata, ST, dibantu oleh Sekretaris Nyoman Sukerta, SE. Kepengurusan Peradah
…
Om Swastyastu…
PROLOG
Tulisan ini sangat singkat. Dipersiapkan dengan waktu yang singkat pula. Oleh karena itu, tidak ada waktu untuk membuka rujukan (yang mudah-mudahan masih tersimpan di sekretariat Peradah). Tulisan ini disusun berdasarkan ingatan terhadap beberapa fakta di seputar eksistensi Peradah.
…
Dalam persembahyangan Purnama Kasa, tanggal 7 Juli 2009, umat Hindu Sulawesi Selatan melakukan doa bersama di pura-pura yang ada di Sulawesi Selatan. Ketua PHDI Luwu Utara, Drs. M. Jana menyampaikan bahwa imbauan untuk berdoa bersama itu sudah sampai di seluruh pelosok. Pelaksanaannya diserahkan kepada pengurus PHDI Desa.
Khusus di Makassar, doa bersama dilaksanakan setelah Panca Sembah. Doa keselamatan dan kedamaian dalam rangka Pilpres 2009, dipimpin langsung oleh pinandita yang menjadi manggala upakara pada purnama Kasa kali ini, yakni Pinandita Nengah Mertha.
Berikut doa yang dibacakan dan diikuti oleh seluruh …
F0RUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB)
PROVINSI SULAWESI SELATAN
…
Om Swastyastu…
Disampaikan kepada seluruh umat Hindu yang bermukim di Makassar dan sekitarnya agar mengikuti malam dharma santhi dalam rangka Nyepi 2009 akan diadakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 11 April 2009
Waktu : pukul 17.30 WITA
Tempat …
Om Swastyastu…
Disampaikan kepada seluruh pengurus PHDI Sulawesi Selatan, Ketua dan Sekretaris PHDI Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan, diharapkan kehadirannya pada paruman Parisada (Rakerda) Sul-Sel, yang diadakan pada:
Hari/Tanggal: Minggu, 4 Januari 2009
Tempat : Wantilan/Aula Pura Giri Natha, Jl. P. Kemerdekaan, 162, Makassar
Demikian pengumunan ini yang sekaligus sebagai undangan. Mohon perhatian dan kehadiran para pengurus dalam forum ini.
Atas perhatian yang diberikan diucapkan terima kasih.
Om Santih Santih Santih
PHDI Sul-Sel
Indra-indra, pikiran dan intelegensia (buddhi) adalah tempat-tempat nafsu itu bersemayam. Mencegah kebijaksanaan dengan ini, nafsu menggelapkan sang jiwa yang ada di dalam tubuh.( BG. III.40)
Kama atau nafsu setiap saat mencegat kita di pintu-gerbang indra-indra, kemudian kama ini akan menduduki serta meruntuhkan benteng pikiran, selanjutnya akan masuk ke daerah buddhi (intelegensia) dan menghancurkan kekuatan batin serta tekad kita untuk senantiasa berjalan di jalan Dharma.
Seyogyanyalah dikau selalu mengerjakan kewajibanmu tanpa rasa keterikatan, karena dengan bekerja tanpa pamrih seseorang akan mencapai kebahagiaan dan kebenaran (Parama) Yang Tertinggi.
Janaka dan juga yang lain-lainnya benar-benar mencapai kesempurnaan dengan bekerja. Dan dikau pun seharusnya bekerja dengan dasar kesejahteraan dunia ini. (BG. III. 19-20)
Seseorang yang bahagia di dalam Sang Atmannya sendiri, yang merasa cukup dengan Dirinya, dan selalu puas oleh Dirinya untuk orang semacam ini sebenarnya tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
la tidak punya kepentingan pribadi di dunia ini baik ia melakukan sesuatu maupun ia tidak melakukan sesuatu. la tidak bersandar kepada siapapun untuk mencapai (atau mendapatkan) sesuatu dalam hidupnya.(BG. III.17-18)
Seseorang yang hidup di dunia ini tanpa mau menggerakkan roda-roda pengorbanan, adalah seorang yang penuh dengan dosa dan (diselimuti) nafsu-nafsu duniawi. Orang semacam ini, hidup secara sia-sia. (BG. III.16)
Seorang yang hidupnya adalah hanya untuk diri-pribadinya sendiri, sebenarnya kehilangan nilai-nilai kehidupan yang berarti, nilai-nilai kehidupan yang sesungguhnya. Manakala kesendirian akan tiba, …
Ribuan orang berkumpul. Mereka berasal dari segala lapisan. Dari kalangan rakyat biasa sampai kalangan pejabat berbaur menjadi satu. Dari anak-anak sampai...
Om Swastyastu… Mengawali tahun 2010, umat Hindu, khususnya di Sulawesi Selatan, memperoleh kesempatan untuk mengisi Mimbar Agama di TVRI, tepatnya 12 Januari...
Puja dan puji angayu bagia kehadapan Hyang Widi Wasa/Tuhan yang Maha Esa atas waranugrahaNYAkita dapat bersama – sama di tempat yang...
Om Swastyastu, Sebelum kami menguraikan tentang dosa dan bhakti trerhadap catur guru terlebih dahulu ada beberapa...
Catatan berikut adalah Dharma Wacana yang disampaikan pada Persembahyangan Purnama Kenem di Pura Giri Natha,...
Dalam rangka konsolidasi organisasi, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Sulawesi Selatan melakukan...
Tanggal 12 April 2009, bertempat di wantilan Pura Giri Natha Makassar, tidak kurang dari 200...
Sebagai penutup rangkaian perayaan hari raya Nyepi tahun 2009, umat Hindu yang bermukim di Makassar...
Untuk menyemarakkan penyambutan tahun baru Saka 1931, di samping ritual, umat Hindu di Makassar menyelenggarakan...