Hidup itu Pengorbanan

Seseorang yang hidup di dunia ini tanpa mau menggerakkan roda-roda pengorbanan, adalah seorang yang penuh dengan dosa dan (diselimuti) nafsu-nafsu duniawi. Orang semacam ini,  hidup secara sia-sia. (BG. III.16)

Seorang yang hidupnya adalah hanya untuk diri-pribadinya sendiri, sebenarnya kehilangan nilai-nilai kehidupan yang berarti, nilai-nilai kehidupan yang sesungguhnya. Manakala kesendirian akan tiba, tidak ada yang bisa menolongnya. Manakala ia harus berhadapan dengan Sang Maut, kesadaran itu sudah terlambat. Saat itu, kita betul-betul hanya sendirian. Kita hanya ditemani oleh seluruh hasil perbuatan (karma wasana). Aksamayang titiyang…

Posted by yassa on Jun 29th, 2009 and filed under Renungan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply