Dalam rangka konsolidasi organisasi, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Sulawesi Selatan melakukan lokasabha (musda) untuk pengurus Kabupaten Luwu Utara dan Kota Makassar. Hal ini dilakukan mengingat kepengurusan kedua daerah tersebut sudah memasuki akhir masa bakti.
Setelah dilakukan lokasabha, kepengurusan Peradah Indonesia Kab. Luwu Utara (Lutra) dinakhodai oleh Putu Subrata, ST, dibantu oleh Sekretaris Nyoman Sukerta, SE. Kepengurusan Peradah Lutra ini juga dilengkapi dengan beberapa seksi. Sekretariat kepengurusan DPK Peradah Indonesia Lutra berada di Sukamaju, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 410 km dari kota Makassar.
Dengan terbentuknya kepengurusan masa bakti 2009 – 2011 ini, diharapkan pengurus baru bisa membangkitkan kembali semangat ke-Hinduan di kalangan generasi muda. Semangat berorganisasi, saling berkumpul untuk menyatukan pikiran dan hati untuk maju bersama-sama memecahkan berbagai persoalan kepemudaan. Semua itu diarahkan untuk pengabdian generasi muda Hindu di daerah ini kepada bangsa dan negara.
Sementara kepengurusan Peradah Indonesia Kota Makassar diketuai oleh Komang Rinten, sekretaris Komang Aryasa, S.Kom, dan didampingi bendahara Ni Wayan Terti. Kepengurusan Dewan Pimpinan Kota (DPK) Makassar ini yang juga masa baktinya mulai 2009 – 2011 terpilih dalam lokasabha yang diadakan di wantilan Pura Giri Natha, Jl. Perintis Kemerdekaan, Km. 12 Makassar, tanggal 9 Mei 2009 lalu.
Dalam lokasabha yang mengambil tema: “Bangkitkan semangat berorgansisasi pemuda Hindu” ini juga diharapkan munculnya berbagai semangat beryadnya di kalangan generasi muda Hindu. Hal ini sangat diperlukan mengingat tantangan yang di hadapi para generasi muda Hindu tidaklah ringan. Banyak persoalan yang juga memerlukan campur tangan dan keikutsertaan generasi muda di dalamnya, baik sifatnya intern maupun ekstern.
Secara intern, generasi muda perlu membenahi berbagai hal. Di antaranya adalah kebersamaan dan rasa persaudaraan yang mulai terasa mengendor. Hal ini memerlukan perhatian oleh pemuda sendiri. Mereka harus saling mendekatkan diri, agar merasa saling memerlukan, agar rasa persaudaraan tumbuh dan berkembang. Rasa ini harus ditumbuhkan, agar generasi muda Hindu dapat lebih bersatu. Filosofi sapu lidi menjadi pegangan di sini. Jika bersatu, walau dari segi kuantitas tidak seberapa, akan menjadi diperhitungkan dalam kancah pergaulan lintas generasi.
Dari segi ekstern juga tak kalah banyaknya hal yang perlu dibenahi dan dilanjutkan. Sebagai generasi yang menjadi bagian dari generasi muda Indonesia secara keseluruhan, generasi muda Hindu hendaknya turut serta dalam proses pembanguan bangsa ini, khususnya dalam pembangunan generasi muda. Mewujudkan peran itu secara bersama-sama itulah menjadi persoalan generasi muda Hindu ke depan. Seberapa jauh bisa berperan, peran apa yang bisa diambil, bagaimana cara untuk berperan, adalah sebagian pertanyaan yang mesti dijawab oleh generasi muda Hindu. Oleh karena itu kepengurusan baru ini diharapkan merapatkan barisan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Komunikasi dengan kalangan generasi muda lain hendaknya terus dijalin melalui berbagai lembaga, khususnya lembaga kepemudaan. KNPI adalah salah satu lembaga kepemudaan tempat menjalin komunikasi itu.
Bravo bagi pengurus baru kedua DPK PERADAH INDONESIA, yakni Luwu Utara dan Kota Makassar. Selamat beryadnya. Semoga sukses.